Minggu, 11 Maret 2012

penculikan eksekutif

Nasib liburan di Jakarta kali ini tidak mengecewakan. Gue bisa ngomong gitu tentu bukan tanpa alasan. Gue dan Robby berencana untuk merasakan hidup sebagai gelandangan, berkeliaran di tengah jalan tanpa tujuan, tidur di kolong jembatan, dan berteman dengan waria-waria. Gue udah menyiapkan hati untuk itu, tapi ternyata peruntungan kita berbalik.

Kami diculik oleh seseorang dan membawa kami ke tempat yang tidak terduga, yang melenceng dari tujuan kami ke Jakarta. Kami berdua dibawa ke suatu tempat yang asing bagi kami. (jelas aja, ini Jakarta man).

(tempat santai)

Tambah Gambar

(lobi luar kamar)

(pemandangan dari depan kamar)

(kamar yang lebih dingin dari Malang)

Mendapati kami berada di tempat seperti itu, kami sadar kalo tujuan kami di Jakarta tidak akan tercapai. Tapi masa bodoh dengan tujuan gila itu, (gue enggak bersungguh-sungguh soal waria diatas).

Gue baru tahu kalo saudaranya Robby itu tajir –tajir, dan itu mengubah 100% pikiran kita tentang Jakarta.

Jakarta is Amazing if you find the right people there”

karya tidak ilmiah

Karya Anak Bangsa*t*

For Department PNP (Penelitian dan Penalaran)

“cerita dibawah adalah cerita fiktif belaka yang belum teruji kebenarannya. Hal –hal yang menyangkut kesamaan karakter itu adalah sebuah takdir” “?_?”

ABSTRAKSI :

Kata kunci : Mbak icha, Oja, Cinta

Pada suatu hari yang terik di depan bestment fakultas Ekonomi :

“dimana sih anak – anak? Kok enggak ada yang datang” Icha 09 yang menjabat sebagai Kadep PNP sedang menunggu anak –anak Pnp lainnya untuk rapat perdana PNP.

Biar semuanya pada jelas dan tidak menduga – duga maka saya akan menjelaskan apa itu PNP. PNP adalah nama salah satu department tergaul yang ada di LSME.

Elo : nah LSME itu apalagi hayo?

LSME itu singkatan dari Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis gitu dech. seperti namanya, organisasi ini menangani masalah kepenulisan (karya tulis), dan PNP adalah salah satu department yang khusus menangani lebih detail masalah penelitian dan penalarannya. Gimana? Keren kan?

Elo : Jadi intinya elo yang enggak ilmiah ini masuk organisasi ilmiah dan menangani penelitian dan penalaran getow ???

Gue : kenapa?? Elo enggak terima!!! Gue sih masih mendingan, mas adi malah bikin personal literatur padahal disuruh buat karya tulis ilmiah…

Adi : tapi gue bukan anggota PNP dodol… (tiba –tiba mas adi muncul dari dalam dalam tanah)

Kembali ke mbak icha.

Karena lama menunggu tapi anggotanya enggak datang-datang dia pun galau. Diambilnya handphone, dan segera menjarkom anak – anaknya untuk cepat datang. 1 menit kemudian dia mendapat balasan sms dari cinta (kodiv penelitian), “mbaknya dimana? Rapatnya di depan UKM kan??”

Duarrr… ternyata mbak icha lupa kalo rapatnya diganti di depan UKM. Mbak icha emang pelupa akut nich… hehe @_@.

Beberapa saat kemudian rapat pun dimulai :

“ Selamat siang temen – temen, bagaimana kabarnya saat ini? Masih sehat kan?” sapa cinta

“menurut lo?” batin yogi (anggota PNP)

“sehat….” Jawab anak – anak yang lain kompak.

“hari ini kita akan rapat” ujar cinta lagi dengan polosnya.

“udah tahu kak!!!!” batin yogi mulai kalut…

Karena melihat segala sesuatunya menjadi garing, mbak icha pun berinisiatif untuk mengambil alih jalannya rapat.

“hari ini kita akan membahas tentang penelitian dan penalaran yang sekarang udah enggak lagi membudidaya di PNP. Menurut kalian apa penyebabnya???”

“bosen kalah mulu kak” jawab gue dengan polosnya.

“Ada pendapat lain?”

“enakan nulis personal literature!!!” tiba- tiba mas adi keluar dari tong sampah. #LHO#

“kalian tahu kan kalo menulis itu penting buat prsopek masa depan kalian. Kalo kita menang pimnas kita bisa bebas skripsi lho” motifasi mbak icha. “jadi tolong katakan kenapa kalian tidak lagi produktif menulis?”

Hening sesaat…

“oja- coba kamu jelaskan betapa pentingnya menulis karya tulis itu?” (oja itu kodiv penalaran)

“ temen – temen tahu kan kalo skipsi itu sulit, makanya itu dengan kita sering melatih diri dengan…” ketika itu dia melihat seonggok daging yang menawan lewat di depan LSME.

“mas EJAAAAAAAA” oja teriak histeris dan meninggalkan rapat…

Melihat itu mbak Icha syok dan maag nya kambuh, rapat pun dibatalkan…

SEKIAN….

Sabtu, 10 Maret 2012

controlling

CONTROLING

Sebenarnya ini adalah tahap paling enak yang diharapkan semua manajer. Banyak orang mengatakan kalo tahap ini memungkinkan kita buat “ ongkang – ongkang dapet duit” atau dengan bahasa latinnya, Gag ngapa – ngapain dapat uang. Tapi hal itu enggak sepenuhnya benar,

“controlling menuntut kita untuk melakukan proses pemantauan prestasi dan pengambilan tindakan untuk menjamin hasil tindakan yang diharapkan”

Dari definisi itu sebenarnya tanggungan manajer juga enggak kalah beratnya. Mengawasi itu juga berat lho bero, menuntut ketajaman segala panca indera.

Contohnya aja guru yang ngawasi muridnya ujian. Mata si guru patrol kemana – mana, telinganya dipasang selebar gajah, dan hidungnya kembang kempis untuk mencium bau kaos kaos kaki kejahatan si murid.

Di toko, gue juga sering ditugasi buat mengawasi karyawan. Setiap gerak – geriknya gue harus tahu. Jadwal dia harus datang, kerja, makan siang, Pulang, boker, semuanya harus dilaporkan dengan jelas ke atasan (baca : papa). Dan terus terang aja kalo mengawasi karyawan itu sama sekali enggak nyaman. Gue akan terlihat seperti makluk homo yang mencari mangsa.

Gue : eh kalian mau kemana?

Karyawan : mau makan! Ikut?

Beberapa saat kemudian

Gue : eh mau kemana?

Karyawan : BOKER… ikut??

#mupeng#

Sorenya

Gue : ntar malam mau kemana?

Karyawan : mau tidur. Ikut!!!!

Gue : kalo malam minggu mau kemana??

Karyawan : mau kerumah mu

Gue : #bingung#

Karyawan : mau ngebunuh makluk homo…

Oke mungkin kejadiannya enggak sedramatis drama korea diatas. Tapi controlling menuntut kita untuk selalu up to date mengenai usaha kita. Apabila tahap ini dikerjakan dengan baik, maka elo telah menjamin semua tujuan dari setiap orang atau kelompok konsisten dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan…

Pasang mata loe baik- baik. Salam sukses..

Minggu, 04 Maret 2012

nostalgia

Waduh udah lama beug gue gag posting di blog ini. Bukan karena gue sibuk, tapi gue emang lagi enggak punya banyak waktu (sama aja tah?). Sejak awal masuk kuliah gue udah dihujani dengan berbagai macam bom-bom tugas dan ranjau-ranjau kegiatan yang memaksa gue untuk tidak bisa bermesraan dengan blog ini lagi. Selain itu saat ini gue juga punya kegiatan lain.

“gue juga lagi sibuk nulis di sebuah majalah PORNO terbitan Zimbawe”

Pada postingan kali ini gue juga minta dukungan para panuers sekalian (sebutan maniak blog ini), gue lagi dapat ilham untuk membuku kan blog ini. Meski konsep udah di kepala, tapi gue masih berusaha menyempurnakan beberapa hal (termasuk mengurangi kealayaan bahasa). Emang masih belum ada tawaran dari penerbit manapun juga, tapi gue optimis.

Bukan kah ada pepatah tertulis:

“carilah penerbit hingga ke negeri cina”

Atau ada peribahasa terketik :

“tak ada penerbit, majalah porno pun jadi”

Intinya dari kata-kata enggak penting diatas, “GUE AKAN TERUS NULIS SAMPAI MENUTUPM USIA” #lempar sandal#. Bukankah manusia Cuma bisa berusaha tapi Tuhan yang menentukan…

Untuk mengakhiri postingan kurang penting ini, gue berharap semoga kedepannya blog ini lebih bermanfaat dari sekedar kata lebay… menyebarkan virus-virus panuership ke seluruh Inodnesia.

Salam Sukses…