Rabu, 01 April 2015

10 JUTA/BLN



Angka itu begitu membekas di otak gue setahun belakangan. Berawal dari pertemuan gue 1 tahun yang lalu dengan salah satu pebisnis di Bandung, membuat gue terus memacu diri untuk bisa menyamai bahkan melebihi dia.
10 juta/bln….

Sebuah angka yang kecil bagi sebagian orang dan besar bagi sebagian lainnya.

Sabtu, 15 November 2014

KEHILANGAN MI(SI)MPI



TAKUT. Itu yang gue rasakan setelah membaca sebuah artikel yang dimuat oleh tribun news medan. Membaca artikel tersebut gue merasa dibawa menuju ke masa depan, setiap kata demi kata gue rasakan kebenarannya, melalui artikel itu gue melihat gambaran seperti apa yang akan gue lalui di masa depan nanti. Membaca artikel ini membuat gue sadar, bahwa “setiap mimpi yang kita punya WAJIB di wujudkan”. 

Artikel itu bercerita tentang John Jerryson, seorang bankir sukses berusia 46 tahun, dia menulis sebuah surat terbuka di sebuah media lokal Australia. Di tulisannya itu dia tidak menceritakan kisah suksesnya menjadi seorang banker, tetapi malah sebaliknya dia mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam. Dibawah ini adalah surat yang dia tulis tersebut :
(powered by google)

Sabtu, 08 November 2014

adil dan kasih



Banyak orang bilang kalau kasih dan keadilan itu nggak bisa berjalan beriringan. Keduanya berjalan di trek yang berbeda. Jadi seolah – olah ketika kalian melakukan salah satu diantaranya, satu yang lainnya tidak bisa kalian lakukan. Mungkin kalian pernah mendengar beberapa kisah yang membuktikan kalo adil dan kasih itu bisa berjalan berdampingan, contohnya seperti kisah si raja bijaksana yang menggantikan ibu kandungnya dari hukuman cambuk yang dia buat sendiri untuk si pencuri makanan, karena ternyata sang pencuri adalah ibunya sendiri, dengan landasan kasih dan memegang teguh keadilan yang dia buat maka dia rela menggantikan posisi ibunya untuk mendapatkan hukuman.
(powered by google)

Selasa, 09 September 2014

NIKAH MUDA ITU?

Postingan kali ini fix bakal membuat gue di bully sama pasangan-pasangan muda yang (akan) memutuskan menikah di usia muda. Tapi yaudahlah, benci boleh tapi rindunya tetep dong. Ihir. Beberapa hari ini gue dibuat galau sama surat-surat undangan nikahan. Ya temen-temen se angkatan gue udah pada nikah, dan yang belum nikah udah pada pengen buru-buru nikah. Timeline twitter juga jadi kotor, dipenuhi sama pasangan-pasangan anak muda yang no mention minta di lamar. Gue perlahan gila.

Karena topik itu sedang mengganjal di hati, jadi nggak ada salahnya gue bahas di postingan kali ini. Dari pengamatan yang gue lakukan ada beberapa alasan yang biasanya diperhitungkan ketika dua orang anak manusia memutuskan menikah muda :

1. Takut kebablasan : alasan ini yang paling sering gue denger. Biasanya inilah ketakutan para orangtua terhadap anak – anak mereka yang sedang kasmaran. Tiap hari pengennya ketemuan, kalo udah ketemuan pulangnya malam, smsan siang-malam, panggilan sayangnya papa-mama’an, ketemu tiap hari tapi tiap malam selalu kangen. Kalo gejala-gejala itu udah terjadi, mending nikah aja deh dari pada kebablasan.

 
(Ini jelas nggak mungkin gara-gara kebablasan)

Jumat, 04 Juli 2014

#LIKEZOMBIE


Pernah nggak kalian kehilangan ritme dari kehidupan? Kehilangan yang gue maksud disini seperti nggak lagi bisa menikmati kehidupan dengan baik, kehilangan rasa syukur, lupa bagaimana rasanya tertawa lepas, rasanya tiap hari berlalu tanpa ada keistimewaan, padahal sudah jelas bahwa seharusnya setiap hari di kehidupan memiliki nilai keistimewaannya masing-masing.

Akhir-akhir ini gue mengalami hal itu. kalau bisa gue gambarkan secara visual, mungkin gue akan menggambarkan diri gue sendiri akhir-akhir ini hidup #LIKEZOMBIE.
(gue zombie unyu - powered by google)

Senin, 10 Maret 2014

SUKA JADI (karna suka nggak bisa dipaksain)


Di awal tahun kemarin gue punya beberapa harapan yang harus diwujudkan tahun ini. Gue merangkumnya menjadi  7 proyek penting tahun 2014. Nah dengan adanya postingan kali ini, menandakan kalo salah satu proyek penting itu sudah mulai terealisasi. Gue mau merintis bisnis jual beli ganja. Ya gan… eh bukan ding itu rencana tahun depan sih. Seriusnya gue mau merintis bisnis konveksi.


Gue orangnya anti mainstream, berhubung bisnis konveksi baju/pakaian lagi marak-maraknya. Jadi gue memulainya dengan produksi topi. Merek yang gue usung di lini bisnis kali ini adalah :
“SUKA JADI”
karena suka nggak bisa dipaksain

Terinspirasi dari nasib percintaan yang suram, gue mendesain produk yang sesuai dengan keinginan konsumen, sesuai dengan selera mereka. Nggak ada unsur paksaan di produk gue, karena konsumen bisa memesan desain produk sesuai dengan selera mereka.  

Ini beberapa contoh jenis produknya:

Senin, 03 Maret 2014

Bisnis bareng teman

“gue takut bisnis, nggak punya modal, dan ngerti mau bisnis apa” 

Biasanya kalimat itu sering muncul dari orang yang gue sarankan untuk berbisnis. Orang-orang kayak mereka itu nyebelin banget, mereka iri sama bisnis gue tapi begitu gue saranin buat ikutan bisnis mereka nggak mau. Rugi waktu. 

Takut memang udah jadi masalah umum ketika kalian mau memulai sebuah bisnis. Ibaratnya bisnis itu kayak hutan amazon, kalian butuh perlengkapan ekstra agar bisa berkemah disana dengan aman. Perlengkapan yang memadai aja terkadang nggak cukup, kalian butuh TEMAN PERJALANAN yang mau menemani kalian memasuki hutan Amazon itu.

Hal itu juga berlaku di dalam bisnis. Rasa takut, khawatir gagal, dan nggak punya modal biasanya akan hilang ketika ada teman yang support, apalagi sampai ikut terlibat di dalamnya. 

Nah di postingan kali ini gue akan bahas keuntungan dan kerugian berbisnis bersama TEMAN. Teman disini bisa pacar, gebetan, sahabat, homoan, lesbian, pokoknya orang yang deket sama loe lah. Gue nggak bakal ngebacot disini kalo gue belum pernah mengalami bisnis bareng TEMAN. Jadi gue akan implikasikan dari pengalaman gue biar kalian lebih paham.