Kamis, 12 Januari 2012

Biarkan Diri Anda Galau

Proyek awal nulis di blog

Gue dengan ke Galau'an

Nggak ada hal yang lebih nikmat, selain boker di saat kita emang kebelet boker." boker adalah salah satu dari sekian banyak kepuasan yang biasa kita alami" (menurut gue). Beberapa waktu yang lalu, dosen etika bisnis gue bilang, "kepuasaan belum tentu tanda kebahagiaan, tapi kebahagiaan adalah tanda kepuasaan". gue tahu apa yang ada dibenak kalian saat ini, "lalu apa kaitannya sama boker?". lupakan sejenak masalah boker.

Pernah nggak kalian ngalami kegalauan ketidak pastian jiwa. Tiap gue buka beranda Facebook, gue selalu nemuin status kegalauan yang aneh-aneh. "hari ini hati ku kacau nggak ketemu sama dia", "aku nggak tahu harus ngapain", "malming kelabu", bahkan ada yang nulis status ekstrem kayak gini " gue pengen boker" (yang terakhir itu status gue sendiri)

Selalu aja ada status kegalauan dari temen-temen gue, dan itu ngebuat gue nggak nyaman buka beranda.

"dunia ini menawarkan banyak jalan kegalauan, tapi kita harus cerdas memilih jalan kegalauan mana yang terbaik"

Dan menurut gue,kegalauan yang terbaik adalah galau tentang bisnis. kenapa harus bisnis? tentu karena bisnis membuat hidup kita terasa lontang lantung. Gue berani ngomong hal itu karena gue udah nemuin berbagai macam kasus dan fakta yang terjadi di lapangan (entah lapangan apa?). Sebagian besar dari penduduk Indonesia lebih suka hidupnya terjamin, sakit dibayarin, makan dibayarin, rumah dibeli'in, mobil dikreditin, anak dibandanin, tua dirumatin, pacar di jabanin.

Gue :Dan kamu tahu apa?

Elo :apa?

Gue : semuanya itu bakal bisa di dapetin kalo elo jadi pegawai negeri.

Elo : kok bisa?

Gue : gue juga kagak tahu????

Dari hasil survey tahun 2010, jumlah pendaftar CPNS (calon pegawai nggak sengsara) itu naik sekitar ????? sumber..... (elo kayaknya lebih ahli)

gila abis, gede banget orang indonesia yang pingin hidupnya nggak galau.

Hal ini jelas beda jika kalian milih buat berbisnis. jangankan berbisnis, memutuskan buat berbisnis aja udah membuat kita galau setengah mati.

Elo :'ntar bisnis gue lancar nggak ya', 'gue masih bisa makan nggak ya', 'kalo bangkrut gimana ya'

gue : huoooiiii... elo belum tahu mau bikin bisnis apa udah pada mikirin bangkrut...

Saran gue buat kalian cuma 1, "galau itu indah man".

Elo nggak bakal tahu dimana asyiknya hidup kalau nggak galau. gue nggak perlu ngejelasin alasan ini karena gue kira kalian udah pada ngerti.

Yang jelas, elo harus segera keluar dari skema kegalauan manusia Indonesia saat ini.

Skema kegalauan manusia Indonesia : kecil : galau nggak dibolehin liat video porno (padahal bisa liat di warnet), remaja : galau nggak kebagiaan cewek (padahal stok cewek lebih banyak), Dewasa : galau mikirin masa depan (padahal masa depan belum tentu ada), Tua : galau kapan masuk surga (padahal utang belum lunas).

Ganti paradigma itu dengan : seumur hidup : galau kalau masih dihidupin sama negara.

bicara tentang galau, gue juga inget masa lalu :

Gue jadi keinget sama kegalauan gue pas masih SD dulu. Waktu itu gue masih jadi anak rumahan yang kerjaannya manjat teralis jendela dengan tanpa busana, CD ma tanktop'an doank. Bukan karena gue gila atau homo, tapi waktu itu gue galau. gue bingung, gue ini manusia atau tarzan. lho-lho. salah. maksud gue kegalauan yang dibawah ini.

waktu itu gue masih kelas 2 SMP dan lagi jatuh cinta. Layaknya anak ingusan yang jatuh cinta, gue sms dia tiap malem, nelpon tiap sabtu malam minggu, dan ngasik dia kembang tiap malam jumat. layaknya ending sebuah pertemanan, malam itu gue berniat buat nembak dia. seperti yang udah kalian tebak, gue ditolak. Gue galau gara-gara ditolak…

Tapi intinya bukan itu… Andai gue nggak berusaha buat nembak pun gue juga bakalan tetep galau. Bukankah lebih baik galau gara-gara gagal dari pada galau karena tidak bisa melakukan hal yang semestinya bisa elo lakukan…

Galau it' ok...^_^

gara-gara BONEK

RABU, 11 JANUARI 2012

gara-gara BONEK

Banyak orang bilang kalau bisnis itu Cuma tentang keberanian dan juga kemauan. Dengan atau tanpa modal pun elo sudah bisa berbisnis. Bahkan tanpa ketrampilan pun juga bisa berbisnis. Gue sama sekali nggak menyalahkan pendapat seperti itu, tapi gue kurang setuju kalau semboyan seperti itu harus berhenti samapai diitu…

Gue percaya kalau ada banyak bisnisman yang berhasil walau Cuma bondo nekat (bonek) kayak gitu. Tapi gue juga percaya, kalau ada ribuan lebih banyak lagi calon bisnisman yang gagal dengan cara seperti itu.

Berbisnis ala bonek seperti itu sama aja kayak nyusah-nyusahin Tuhan. Elo menggantungkan diri elo sepenuhnya sama nasib, dan gue yakin, Tuhan sama sekali nggak suka dengan cara seperti itu.

“Bisnis itu perlu rencana. Bisnis itu perlu persiapan. Dan bisnis itu perlu perjuangan”

Sama aja kayak ujian. Elo nggak akan bisa dapat nilai bagus kalau elo nggak punya modal semangat buat belajar dan ketrampilan mengerjakan soal. Semuanya butuh proses dan evaluasi.

Saat ini gue lagi dalam tahap itu. Bisnis warnet gue nggak berjalan lancar, banyak hal yang harus gue evaluasi dan rubah dari sistim kerja gue. Bukan Cuma warnet, tapi usaha papa yang lain juga lagi seret, salah satunya distributor minuman. Ternyata keputusan kami untuk mendistribusikan rokok sangat kurang memuaskan. Modal kami terkuras habis untuk digunakan membeli produk rokok hingga puluhan juta rupiah. Kami salah langkah, dan tentu ini berdampak buruk bagi kelangsungan distributor minuman yang juga membutuhkan dana.

Mendistributorkan rokok adalah keputusan terburuk tahun ini (parahnya ini adalah awal tahun). Gue sedikit menyesali keputusan papa yang terkesan bonek itu (mulai merambah ke dunia rokok) tanpa memikirkan hal yang lebih jauh lagi…

Gue sendiri juga mengalami hal yang cukup bonek didalam draft novel gue yang pertama, Gue pikir dengan terus menulis akan memunculkan sebuah karya yang spektakuler. Awalnya gue berfikir alur cerita akan terus mengikuti perkembangan cerita yang gue tulis. Ternyata nggak, yang ada Cuma kekacauan dan ketidak sinkronan antar karakter dengan kejadian. Dan karena keslahan gue yang tidak mau memikirkan alur cerita dari awal itu, gue harus merombak HAMPIR SELURUH isi cerita. Dan ini sangat menyedihkan.

Pengalaman ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. ELo atau gue. BOnek itu bukan cara yang baik untuk memulai segala sesuatu. Kalo elo Cuma bisa nekat dan nggak berpikir panjang, elo sama aja kayak kucing yang mau nyebrang jalan raya. Tanpa pengetahuan, tanpa akal, hanya bisa berlari dan menemui dirinya terkapar di tengah jalan…

Semoga nekat bukanlah menjadi tren kita…

Salam sukses….

Senin, 09 Januari 2012

Tentukan Prioritas (part kegalauan)

Hari pertama ujian ini gue galau abis… Semalaman ngebut belajar Akbi (akuntansi Biaya) tapi harus menerima kenyataan kalo nilai ujian akbi gue akan cacat.

Semua nggak lepas dari dosen gue yang nggak konsisten sama omongannya…

Elo : emangnya kenapa blur…

Gue : habis - Katanya materi ujian mulai bab 4-6. Tapi yang keluar kok Cuma bab 6 doank…T_T. Gue udah belajar mati-matian buat bab 4, tapi materinya nggak ada yang keluar. (yang gue bisa Cuma bab itu)

Elo : yee… itu mah salah loe sendiri nggak belajar bab 6 dodol….

Tentu hal ini telah mengendorkan Prinsip gue sebagai salah satu pelopor gerakan “ TABLEGU TS*TANPA BELAJAR UAS TETAP SUKSES*. motifasi mulia itu luntur sudah.

Gue emang benci sama yang namanya hitung menghitung, apalagi yang ada rumusnya. I hate this ~_~.

Elo : semua hitungan ada rumusnya tauuuuuu!!!! (jerit)

Tapi tetep aja, gue benci sama yang namanya Akbi. Melebihi kebencian gue sama game online yang udah ngebuat otak gue senewen ini…

Gue bukannya mau mengelak gara-gara gue nggak bisa ngerjain soal, tapi yang pengen gue share saat ini adalah HIDUP ITU HARUS PUNYA PRIORITAS.

Di dalam hidup, kita wajib untuk menentukan prioritas. Tanpa prioritas, kita tidak akan mengetahui mana kebutuhan yang penting dan mana kebutuhan yang penting. Masalah akbi gue ini, gue anggap suatu hal yang penting (bukankah itu alasan gue kuliah).

Tapi ada hal lain yang lebih penting dari itu yang ngebuat gue nggak bisa konsen belajar akbi. Ya ini terkait dengan bisnis papa yang lagi kurang baik. Minggu tenang ini lebih sering gue gunakan untuk bantu-bantu papa dari pada belajar akbi. Bukannya nggak ada waktu juga sih, tapi gue rasa percuma aja buka buku kalo pikiran nggak lagi konsen kesana.

Back lagi ke kelas akbi tadi pagi, gue jawab semua pertanyaan yang bisa gue jawab. Dan menyerahkan yang nggak terjawab kepada Tuhan. (mungkin sedikit nggak adil bagi Tuhan karena lebih banyak bagian Tuhan dari pada bagian gue).

Dari semua kenaasan gue ngerjain akbi, gue tetep bersyukur sama Tuhan, karena temen gue banyak juga yang kagak bisa… hehehehe.. rasain loe, salah sendiri kagak belajar….@_@

Yang paling menggembirakan adalah kabar dari temen sebangku gue.

Pas semua mau ngumpulin jawaban, temen disebelah gue ngomong…

Temen : elo bisa???

GUe : nih (gue nunjukin lembar jawaban yang lebih banyak terukir gambar-gambar porno dosen ak**)

Tmen : nih, gue malah nulis soalnya doank… (dengan bangga menunjukkan selembar jawaban yang malah terisi penuh dengan soal-soal)

~Gubrak~…

Permohonan gue Cuma satu. Semoga dosen gue nggak punya penyakit jantung nerima mahasiswa freak kayak kita…

Elo : elo aja kali gue besok (galau Operation research)

(postingan kalut masa UAS)

Sabtu, 07 Januari 2012

Organization

Melanjutkan postingan gue tentang POAC, gue akan share tentang jurus dasar ke dua dalam berbisnis: Organization…

Setelah tahap planning sudah mantap, hal yang perlu dilakukan adalah mengorganisasikan.

Elo : terus organization itu sendiri apa???

Gue : jangan goblok dong, gitu aja gag tahu…

Pengorganisasian dapat diartikan sebagai kegiatan pembagian tugas-tugas, kepada semua pihak yang akan terlibat di dalam proses menjalankan planning.

Elo : nah itu elo buka google >_<

Gue : hehehe @_______@ (nyengir panjang).

Kegiatan ini meliputi proses memilih orang-orang serta mengatur mekanisme kerja sehingga dapat menjamin tercapainya tujuan kita (planning).

Yang perlu dilakukan pertama kali adalah proses staffing (penempatan kerja), hal ini perlu guna memperoleh hasil kerja yang maksimal dari karyawan menurut potensinya masing-masing.Sebelum itu tentu kita harus terlebih tahu kondisi karyawan, prestasinya, serta motifasinya masuk kedalam organisasi kita.

Dari sini lah kita dituntut untuk mampu menempatkan the right man in the right place.

Sebelum krisis beberapa tahun yang lalu (harga besi tua dan barang bekas turun drastis), Karona corporation (biar keren) memiliki sedikitnya 11 orang karyawan tetap dan beberapa karyawan lepas (tidak teridentifikasi). Lingkup bisnisnya banyak, tapi tidak cukup luas.

2-3 orang diberi tanggung jawab sebagai marketing (distributor minuman)

3-4 orang pengepakan dan juga penataan gudang (rosokan dan minuman)

4-5 orang pengambilan barang (rosokan)

Dari berbagai kegiatan itu, tidak mungkin kalau gue mengawasi mereka satu persatu!

Maka dari itu disinilah diperlukan sebuah pendelegasian wewenang. Hal ini memungkinkan untuk memilih salah satu karyawan di setiap bidang untuk menjadi kepala. Tugasnya adalah untuk bertanggung jawab atas pekerjaan dan anak buahnya…

Semakin besar perusahaan dan lingkupnya, maka pengorganisasiannya pun akan semakin rumit dan mencabang… Tergantung kebijakan dan keadaan dari tiap perusahaan.

Elo :Terus kalo UKM menengah kebawah, berarti lebih simple dong?
Terkadang UKM kita cenderung mengabaikan pengorganisasian dengan alasan yang cukup klasik :

“GUE MASIH BELUM BUTUH KARYAWAN”

Pengorganisasian memang cenderung terlihat mustahil bagi UKM persendirian (istilah lain dari“ditandandangi dewe” *dikerjakan sendiri*). Coba perhatikan bagan berikut ini :
PT. Subur - Bur





Apa yang dapat elo simpulkan dari bagan diatas:

Elo : Dari bagan diatas dapat disimpulkan Bahwa Bejo adalah pekerja keras. Wkwkkwkw

Jadi apakah pengorganisasian pada UKM seperti diatas akan percuma???

Jawabannya adalah Ya- iya lah,

Nb: kecuali dia memiliki banbyak kepribadian seperti Yugi-Oh…
Sekian postingan kali ini...

Salam SUkses

Berfikirlah Luas

Week end kali ini akan menjadi week end tersibuk di dalam bulan januari…

Elo : kenapa???

Gue : gue salah mengartikan minggu tenang yang diberikan kampus sebagai sarana untuk belajar dan focus dengan ujian…

Seminggu penuh ini, kegiatan gue Cuma main, nulis dan bantu-bantu di toko… gue melupakan satu makna penting dari minggu tenang : BELAJAR….

Ya benar- gue lupa sama semua tugas take home, gue lupa persiapin ujian akuntansi biaya yang sama sekali gue nggak ngerti (padahal ujiannya hari senin besok), dan melupakan Operation Research yang berbekal nekat dan doa ibu ^_^… sory mom…

Banyak kepanitiaan yang gue kacaukan, gara-gara gue nggak bisa kerja maksimal… maka dari itu, hari ini gue bakalan kerja maksimal, dan mati-matian. Gue udah prepare kan semua hal yang musti gue bawa ke tempat kost…. Persiapan gue udah bener-bener mateng dan lengkap…

Tolong bantu cek kalo masih ada yang harus dibawa :




Itulah senjata-senjata gue untuk menghadapi UAS dan Kegiatan-kegiatan yang berjibun…
Bawa’an gue bener-bener rdmpong kan???

By the way, Postingan diatas ada kaitannya dengan memulai suatu bisnis lho…

Terkadang, kita berfikir kalau modal adalah satu-satunya kunci untuk membuka pintu karir kita di dunia bisnis. Pendapat itu SALAH besar…

Kayak foto gue diatas, mungkin elo kagak percaya kalo itu sebenarnya adalah barang bawaan yang memang seharusnya gue bawa… Gue ujian, tapi kenapa malah bawa bantal dan guling???

Di dunia bisnis juga seperti itu, contoh kasus nyata yang papa gue alami :\

Dulu papa berniat untuk membuka sebuah usaha distributor minuman, dengan mengharapkan dipercaya oleh suatu produk minuman internasional untuk mengelola daerah Turen dan sekitarnya (malang selatan). Modal yang diperlukan tidak sedikit, minimum harus menyediakan uang sebesar 40 Jt an. Dan waktu itu kami sekeluarga masih dalam tahap krisis keuangan yang cukup berat.

Pertanyaannya, dengan cara apa papa mewujudkan keinginannya itu???
Dia hanya menyediakan modal sekitar 2- 5 juta. Dan membuka penimbunan botol-botol bekas.

Elo : barang bekas dan distributor minuman hubungannya apa???

Gue : buat orang lain nggak ada, tapi bagi papa jelas ada hubungannya.

Kami tidak hanya menimbun botol-botol bekas biasa, tapi menimbun botol-botol bekas yang bermerek produk minuman bersoda yang telah dibidik kerjasamanya itu.

1 botol kami beli dengan harga Rp. 400,00. (dibeli dari pemulung dan penimbun lainnya)

1 botol kami jual dengan harga Rp. 600,00. (dijual di perusahaan minuman itu)

Setelah hampir 1 tahun lebih menggeluti dunia perbotolan itu, perusahaan minuman akhirnya menyetujui untuk bekerja sama dengan papa dengan syarat botol-botol itu harus dijual kepada mereka. Botol-botol bekas itu kami tukar dengan minuman dengan harga yang sama…

1 krat = 24 botol…

Jika ditukar dengan botol bekas maka hasilnya sekitar :

1 krat botol dengan isi= 5 krat botol bekas(tanpa krat)

Dari situlah kami dapat mencicil mimpi papa untuk berbisnis distributor minuman…
Dari situ gue pingin berbagi, kalo elo mau bikin usaha, jangan hanya berpatok pada besarnya modal yang elo perlukan. Berfikirlah luas, ambil segala kemungkinan yang dapat kita terobos, dan tetaplah konsisten…

Siapa sangka kalo botol-botol bekas itu ternyata adalah sebuah batu loncatan untuk menggapai impian papa… So… berfikirlah luas…

Elo : terus kalo masalah bantal-guling yang elo bawa itu hubungannya apa sama ujian???

Gue : hehehe… itu adalah senjata gue kalo gue udah suntuk belajar dan dapat nilai jelek… seenggaknya gue nggak bakalan bunuh dirikan gara-gara dapat nilai jelek…

GubRakkk…..

Oke.Sekian dech postingan kali ini, Wish me Luck to final examination brow…



Gue bukan sales Bantal........

Kamis, 05 Januari 2012

Mr. James

Malam ini, gue lagi pusing banget mikirin desain buat buku acaranya camp. Disela-sela suntuk itulah, tiba-tiba aja gue keingat sama temen lama gue… Bukan murni temen sih, gue belum mastiin dia nganggep gue apa (maybe friends or pembokat???). yang jelas dia adalah orang special yang mengenalkan gue dengan yang namanya loyalitas pelanggan.

Beberapa tahun yang lalu, gue punya langganan seorang bule…(nb: gue usaha dagang grosir, bukan jual diri). Bule ini berumur sekitar hampir 50 tahunan lah, kulitnya putih, rambut gondrong, dan kerempeng. Namanya cukup pasaran di dunia perbulean Indonesia, Mr James.

Mr. James punya satu anak, namanya bunga…

Elo : maksud loe flower???

Gue : bukan. Bunga itu nama samarannya. Jujur gue lupa nama aslinya ^_^

GubraKKK!!!

Terlahir dengan keadaan cacat membuat bunga harus selalu menggunakan kursi rodanya kemanapun juga. Kursi roda yang dia punya itu cukup modern, ada remote control yang bisa dikendalikan sama si Mr. James dari jarak 10-20 meter. Mirip mobil remote control gitu dech. Elo nggak bakalan percaya kalo bunga dapet kursi roda itu dari pemerintah. GRATIS… (how great Amerika) semua biaya pengobatan bunga ditanggung oleh Negara.

Pernah sekali waktu gue pengen naik di kursi rodanya itu, dan berakhir pada*kerusakan… (sejak saat itu Mr. James menjauhkan tangan gue dari barang berharga anaknya itu).

Terlepas dari keadaan fisiknya yang mines itu, Bunga adalah wanita yang ramah. Dia berkali-kali menggoda gue gara-gara nama gue yang nggak kalah pasarannya di negaranya itu.

Bunga : what is your name???

GUe : Steven…

Bunga : wow.. you are from England???

Gue : ???

What the hell. Emangnya di Indonesia nggak ada orang yang namanya steven ya… apa image parjo, susi, dan tukiyem begitu kental di negeri ini???.. seolah dia nggak percaya dengan jawaban yang dia terima, dia selalu bertanya nama gue setiap hari dan setiap saat ketika mampir di toko.

Mr. james dan Bunga hampir setiap hari datang ke toko. Dan bisa ditebak, tiap kali datang ke toko, mereka akan selalu membeli sebuah produk yang sudah cukup mendunia, Coca-cola. Entah apa yang dipikirkan Mr. James, seperti obat yang harus diminum setiap hari, minuman itu selalu diteguknya minimal 1X sehari.

Pernah suatu kali gue bertanya:

Gue : kenapa sih kamu selalu minum coca-cola setiap hari???

Mr. James : ini adalah minuman terbaik yang pernah ada. Amerika beruntung memiliki ini…

Sedikit tersinggung dengan pernyataan itu, gue pun mempromosikan minuman khas Indonesia “BADEK”. (sebagai informasi, badek adalah sejenis tape yang sudah difregmentasi dan diolah sedemikian rupa. Rasanya kecut-kecut meledak, dan nggak akan kalah dengan coca-cola)

Gue sodorin segelas penuh “BADEK” dengan es batu biar keliatan lebih meyakinkan. Dia menggendus nggak yakin, sebelum akhirnya memutuskan untuk meneguk minuman itu…

Mr James : damm… what it’is… (dengan wajah merah dan juga mengelap-elap lidahnya dengan tangan)

Gue : it’ is tape sir… delicious3X???…

Dia nggak jawab pertanyaan gue itu, tapi malah meneguk sebotol coca-cola yang belum sempat dihabiskannya. Dengan canggung dia pun berterus terang kalau dia benci Badek yang barusan gue kasik.

Berawal dari “Badek” itulah dia melontarkan sebuah omongan yang sampek saat ini gue inget dan bakal menjadi modal besar gue dalam mendalami ilmu bisnis…

Mr. James : ketika kau sudah mengambil keloyalitasan pelanggan. Apapun yang akan terjadi di dalam bisnis mu, mereka akan tetap membeli produk mu. Like this (mengangkat botol coca-cola yang dipegangnya)
Mr. James sangat loyal terhadap minuman yang satu itu. Bahkan melebihi keloyalannya terhadap air mineral manapun.

Sadar atau setengah sadar, Keloyalitasan itu sangat diperlukan oleh perusahaan untuk menjamin kelangsungan bisnis. Loyalitas pelanggan adalah yang paling utama di dalam bisnis. Ketika konsumen/ pelanggan sudah loyal dengan produk kita, mereka tidak akan melirik atau mencoba produk lain, seberapa gencar perusahaan saingan kita melakukan promosi dan diskon harga besar-besaran, mereka akan tetap membeli produk kita. Dan hal ini akan menjamin bisnis kita tetap berjalan lancar.

KELOYALITASAN PELANGGAN… itu adalah kunci baru yang gue dapat dari Perusahaan soft drink terbesar, coca-cola. Lambat tapi pasti, gue akan menciptakan iklim menuju keloyalitasan itu pada setiap langkah bisnis yang akan gue terapkan pada usaha-usaha yang lagi gue rilis bersama keluarga sekarang ini.

Cukup dach postingan kali ini, gue jadi kelupaan ngerjain desain nich.ckckckck… ~_~begadang-begadang ~_~

Selasa, 03 Januari 2012

Planning Part 2

Aji Gile…. Udah hampir 3 bulan gue kagak posting di blog ini. Gue juga sempet lupa kalo punya blog ?_?. berhubung gue inget, langsung aja kita bahas materi bulan oktober yang gag selesai dibahas… cekidot…

Planning part 2
Planning itu penting!!!

Elo : ORANG IDIOT JUGA TAHU!!!

Cool man, tunggu penjelasan gue dulu donk…

Di dalam dunia bisnis, perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—nggak bisa berjalan (kasus planning 1 lupakan ya).
Elo : lalu apa aja yang harus di rencanakan sebelum memulai bisnis???
Ada lima tahapan yang harus elo siapin sebelum memulai berbisnis:

Yang pertama : tentukan mau berbisnis apa (harus dengan pikiran logis)??? Dulu gue pernah ngerencananin buat usaha makanaan ringan. Alasannya cukup mulia, Gue suka makan makanan ringan (ini adalah contoh pikiran gag logis. Jangan ditiru. BERBAHAYA)

Yang kedua : pikirkan apa saja yang akan kamu butuhkan untuk menjalankan bisnis itu. Di dalam perencanaan bisnis makanan ringan itu, gue udah prepare segala macam hal yang kiranya gue butuhin. Mulai dari, makanan apa aja yang akan gue buat, bahannya apa aja, anggaran biaya, keren apa nggak, dll.

Yang ketiga : rencanakan bagaimana kamu akan menjalankan bisnis ini. Ini adalah tahapan yang paling menarik, selera dan cara berfikir anda akan menentukan corak dan warna bisnis anda di masa depan . Gue sempet berfikir untuk menjalankan bisnis ini dengan system delivery, yang kemudian gue ganti dengan system ada uang gue beri, hal ini memungkinkan untuk memproduksi barang jika ada pesanan saja.

Yang keempat : rencanakan hambatan apa saja yang mungkin akan anda hadapi. Tahap ini adalah tahap paling sulit. Ribuan orang mengendur semangatnya ketika memikirkan tentang hal ini. Banyak orang mengatakan tahap ini sama dengan merencanakan kegagalan. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Tahap ini akan menjadi kekuatan anda ketika bisnis tidak berjalan sesuai rencana. Tapi jujur saja, pada tahap ini, rencana gue untuk membuat bisnis makanan ringan harus kandas. T_T

Elo : kenapa???

Gue : pada tahap ini gue baru tahu kalo gue punya satu kelemahan terbesar yang meruntuhkan motifasi awal gue usaha makanan ringan…

ELo : nggak punya modal???

gue geleng

ELo: nggak bisa masaknya???

Sekali lagi gue geleng…

Gue : Dokter ngelarang gue makan-makanan ringan (gue gampang batuk)…

Elo : T@T

Finally : Hal terakhir yang harus dilakukan pada tahap perencanaan adalah

JANGAN KEBANYAKAN RENCANA!!!, just do u’r plans