Minggu, 11 Maret 2012

karya tidak ilmiah

Karya Anak Bangsa*t*

For Department PNP (Penelitian dan Penalaran)

“cerita dibawah adalah cerita fiktif belaka yang belum teruji kebenarannya. Hal –hal yang menyangkut kesamaan karakter itu adalah sebuah takdir” “?_?”

ABSTRAKSI :

Kata kunci : Mbak icha, Oja, Cinta

Pada suatu hari yang terik di depan bestment fakultas Ekonomi :

“dimana sih anak – anak? Kok enggak ada yang datang” Icha 09 yang menjabat sebagai Kadep PNP sedang menunggu anak –anak Pnp lainnya untuk rapat perdana PNP.

Biar semuanya pada jelas dan tidak menduga – duga maka saya akan menjelaskan apa itu PNP. PNP adalah nama salah satu department tergaul yang ada di LSME.

Elo : nah LSME itu apalagi hayo?

LSME itu singkatan dari Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis gitu dech. seperti namanya, organisasi ini menangani masalah kepenulisan (karya tulis), dan PNP adalah salah satu department yang khusus menangani lebih detail masalah penelitian dan penalarannya. Gimana? Keren kan?

Elo : Jadi intinya elo yang enggak ilmiah ini masuk organisasi ilmiah dan menangani penelitian dan penalaran getow ???

Gue : kenapa?? Elo enggak terima!!! Gue sih masih mendingan, mas adi malah bikin personal literatur padahal disuruh buat karya tulis ilmiah…

Adi : tapi gue bukan anggota PNP dodol… (tiba –tiba mas adi muncul dari dalam dalam tanah)

Kembali ke mbak icha.

Karena lama menunggu tapi anggotanya enggak datang-datang dia pun galau. Diambilnya handphone, dan segera menjarkom anak – anaknya untuk cepat datang. 1 menit kemudian dia mendapat balasan sms dari cinta (kodiv penelitian), “mbaknya dimana? Rapatnya di depan UKM kan??”

Duarrr… ternyata mbak icha lupa kalo rapatnya diganti di depan UKM. Mbak icha emang pelupa akut nich… hehe @_@.

Beberapa saat kemudian rapat pun dimulai :

“ Selamat siang temen – temen, bagaimana kabarnya saat ini? Masih sehat kan?” sapa cinta

“menurut lo?” batin yogi (anggota PNP)

“sehat….” Jawab anak – anak yang lain kompak.

“hari ini kita akan rapat” ujar cinta lagi dengan polosnya.

“udah tahu kak!!!!” batin yogi mulai kalut…

Karena melihat segala sesuatunya menjadi garing, mbak icha pun berinisiatif untuk mengambil alih jalannya rapat.

“hari ini kita akan membahas tentang penelitian dan penalaran yang sekarang udah enggak lagi membudidaya di PNP. Menurut kalian apa penyebabnya???”

“bosen kalah mulu kak” jawab gue dengan polosnya.

“Ada pendapat lain?”

“enakan nulis personal literature!!!” tiba- tiba mas adi keluar dari tong sampah. #LHO#

“kalian tahu kan kalo menulis itu penting buat prsopek masa depan kalian. Kalo kita menang pimnas kita bisa bebas skripsi lho” motifasi mbak icha. “jadi tolong katakan kenapa kalian tidak lagi produktif menulis?”

Hening sesaat…

“oja- coba kamu jelaskan betapa pentingnya menulis karya tulis itu?” (oja itu kodiv penalaran)

“ temen – temen tahu kan kalo skipsi itu sulit, makanya itu dengan kita sering melatih diri dengan…” ketika itu dia melihat seonggok daging yang menawan lewat di depan LSME.

“mas EJAAAAAAAA” oja teriak histeris dan meninggalkan rapat…

Melihat itu mbak Icha syok dan maag nya kambuh, rapat pun dibatalkan…

SEKIAN….

Sabtu, 10 Maret 2012

controlling

CONTROLING

Sebenarnya ini adalah tahap paling enak yang diharapkan semua manajer. Banyak orang mengatakan kalo tahap ini memungkinkan kita buat “ ongkang – ongkang dapet duit” atau dengan bahasa latinnya, Gag ngapa – ngapain dapat uang. Tapi hal itu enggak sepenuhnya benar,

“controlling menuntut kita untuk melakukan proses pemantauan prestasi dan pengambilan tindakan untuk menjamin hasil tindakan yang diharapkan”

Dari definisi itu sebenarnya tanggungan manajer juga enggak kalah beratnya. Mengawasi itu juga berat lho bero, menuntut ketajaman segala panca indera.

Contohnya aja guru yang ngawasi muridnya ujian. Mata si guru patrol kemana – mana, telinganya dipasang selebar gajah, dan hidungnya kembang kempis untuk mencium bau kaos kaos kaki kejahatan si murid.

Di toko, gue juga sering ditugasi buat mengawasi karyawan. Setiap gerak – geriknya gue harus tahu. Jadwal dia harus datang, kerja, makan siang, Pulang, boker, semuanya harus dilaporkan dengan jelas ke atasan (baca : papa). Dan terus terang aja kalo mengawasi karyawan itu sama sekali enggak nyaman. Gue akan terlihat seperti makluk homo yang mencari mangsa.

Gue : eh kalian mau kemana?

Karyawan : mau makan! Ikut?

Beberapa saat kemudian

Gue : eh mau kemana?

Karyawan : BOKER… ikut??

#mupeng#

Sorenya

Gue : ntar malam mau kemana?

Karyawan : mau tidur. Ikut!!!!

Gue : kalo malam minggu mau kemana??

Karyawan : mau kerumah mu

Gue : #bingung#

Karyawan : mau ngebunuh makluk homo…

Oke mungkin kejadiannya enggak sedramatis drama korea diatas. Tapi controlling menuntut kita untuk selalu up to date mengenai usaha kita. Apabila tahap ini dikerjakan dengan baik, maka elo telah menjamin semua tujuan dari setiap orang atau kelompok konsisten dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan…

Pasang mata loe baik- baik. Salam sukses..

Minggu, 04 Maret 2012

nostalgia

Waduh udah lama beug gue gag posting di blog ini. Bukan karena gue sibuk, tapi gue emang lagi enggak punya banyak waktu (sama aja tah?). Sejak awal masuk kuliah gue udah dihujani dengan berbagai macam bom-bom tugas dan ranjau-ranjau kegiatan yang memaksa gue untuk tidak bisa bermesraan dengan blog ini lagi. Selain itu saat ini gue juga punya kegiatan lain.

“gue juga lagi sibuk nulis di sebuah majalah PORNO terbitan Zimbawe”

Pada postingan kali ini gue juga minta dukungan para panuers sekalian (sebutan maniak blog ini), gue lagi dapat ilham untuk membuku kan blog ini. Meski konsep udah di kepala, tapi gue masih berusaha menyempurnakan beberapa hal (termasuk mengurangi kealayaan bahasa). Emang masih belum ada tawaran dari penerbit manapun juga, tapi gue optimis.

Bukan kah ada pepatah tertulis:

“carilah penerbit hingga ke negeri cina”

Atau ada peribahasa terketik :

“tak ada penerbit, majalah porno pun jadi”

Intinya dari kata-kata enggak penting diatas, “GUE AKAN TERUS NULIS SAMPAI MENUTUPM USIA” #lempar sandal#. Bukankah manusia Cuma bisa berusaha tapi Tuhan yang menentukan…

Untuk mengakhiri postingan kurang penting ini, gue berharap semoga kedepannya blog ini lebih bermanfaat dari sekedar kata lebay… menyebarkan virus-virus panuership ke seluruh Inodnesia.

Salam Sukses…

Sabtu, 11 Februari 2012

Skandal Universitas Indonesia

Banyak orang bilang kalo Jakarta adalah tempatnya orang-orang hebat berkumpul. Banyak orang hebat lahir di ibu kota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri ini. Dan gue setuju dengan pernyataan itu. Maka gue dan robby memutuskan untuk tidak membiarkan kesempatan ini berlalu begitu aja.

Kemarin lusa gue mengunjungi universitas Indonesia bareng Robby. Gue harus mengakui kalo Universitas gue di Malam masih kalah jauh sama UI (ya jelas lah). Gue sih belum sempet jalan keliling-keliling kampus, tapi gue sempet masuk ke perpustakaan umum yang katanya udah berstandart Internasional.

(Gue sempat berfikir kalo tempat ini adalah lapangan basket atau tempatnya anak UI mojok bareng pacar)

Dan bener disini tempatnya gede banget, gue berfikir mungkin sesekali gue bakal ngajak adik-adik gue buat main petak umpet ditempat ini. Tempat ini bukan Cuma luas, tapi juga bersih dan lengkap. Gue yakin kalau teknologi yang diterapkan disini dalam mengatur stok dan peminjaman buku-buku juga sangat canggih.

Dari situlah robby mendapatkan ide gila soal cita-cita jadi artis terkenal. Caranya cukup gila dan brilliant, “membobol system perpustakaan universitas Indonesia”

Gue : elo yakin mau membobol jaringan UI?

Robby : coba tatap mataku, apakah tersirat sinar kebohongan (gue jadi teringat sinetron di SCTV)

Gue : kamu yakin bisa?

Robby : aku nak mewujudkan mimpi-mimpi kite, kite nak harus jadi terkenal, dan menguasai negri ini. (inget film sang pemimpi)

Mungkin ini terlihat gila, nggak masuk akal dan bodoh. Tapi bukan Robby kalo enggak punya kegigihan dalam berusaha. Hampir setengah jam lebih dia mengutak-atik dan mencoba membongkar system jaringan UI.

(Coba lihat gerak-gerik mencurigakan berikut ini)

(diambil dari kamera pengintai Negara)

Gue sudah bilang kalo usahanya akan sia-sia, tapi dia bersikukuh untuk menjadi terkenal lewat perbuatannya sekarang. Setelah 1 jam mengalami masa perjuangan, dia akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita luhur itu.

(Sistem jaringan computer UI telah berhasil dibobol)

Dan hasilnya pun tidak terlalu mengecewakan, setidaknya gue akan terkenal di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia selama sepekan. Dan jika beruntung gue bakalan masuk Koran dan on the spot sebagai 7 pasangan terserasi di dunia.


hikmah kereta ekonomi

Malam minggu kemarin adalah malam minggu terhebat tahun ini. Bukan karena gue berhasil ngajak Robby kawin lari ke Jakarta, tapi lebih ke arah perbaikan moral pribadi.

Malam itu gue melihat sebuah pemandangan yang mengingatkan gue ke rentetan peristiwa yang pernah gue alami sewaktu kecil, dan mungkin terus gue alami tanpa gue sadari lagi.

Perasaan kecewa gara-gara harus naik kereta ekonomi, terbayar sudah. Diatas bangku keras ini, gue bisa melintasi sekejap pemandangan asli Indonesia. Gerbong-gerbong kereta yang diisi berjubel ribuan penumpang dan pedagang asongan membuat gue bener-bener merasakan iklim negri ini.

Telinga dan mata yang sumpek sama pedagang asongan yang nggak henti-hentinya nawarin dagangan (meski udah jam 12 malem) terbayar oleh pemandangan yang menusuk hati nurani. Satu pemandangan yang ngebuat gue nyesel udah ngatain papa macem-macem gara-gara udah ngirim gue naik kereta ekonomi.

Diantara ratusan orang yang berdesak-desakan pingin duduk,Gue melihat seorang bapak rela berdiri selama berjam-jam cuma untuk ngasik ke dua anaknya tempat tidur. Dan pasti elo bisa tebak dimana posisi sang istri?

Ya benar. Istrinya tidur di kolong tempat duduk yang sempit dan kotor. Kejadian itu berlangsung sampai anak mereka bangun dari tidur dan membiarkan mereka berdua untuk duduk.

Pemandangan itu ngebuat gue flash back lagi ke masa lalu, membayangkan betapa besar pengorbanan yang mereka lakukan demi kenyamanan hidup gue, memberikan segala fasilitas yang terkadang sama sekali enggak gue syukuri.. Terlintas buat menghitung besarnya pengorbanan itu, dan hasilnya, infinite.

Dari kejadian itu, gue bisa mengambil satu pelajaran penting:

“Gue enggak akan nikah dalam tempo yang cukup lama”

Tanggung jawab sebagai orang tua itu terlalu berat untuk dipikirkan, dan tidak mudah untuk dijalankan. Gue bersyukur atas nasib jomblo yang gue alami : )

Nb: buat kalian semua yang lagi gencar-gencarnya pingin pacaran, mesra-mesraan atau ngebet kawin. Pertimbangin lagi, siap gag elo berkorban kayak gini:

(ini bukan adegan pemerkosaan)
#gambar ini jepretan gue dari Universitas Indonesia#

Bagi kaum hawa yang lagi ngebet kawin. Mau enggak kalo nasib kalian berujung kayak gini..hahahhaha

Perjalanan ini bener-bener masih panjang bro, dan akan selalu seperti itu. Nikmatin aja hidup kalian sekarang, bersyukur kalo jomblo, dan menikah kalo bener-bener siap. Salam sukses


Rabu, 08 Februari 2012

Kereta ekonomi (part 2)

Perjalanan kali ini adalah perjalanan paling lama yang pernah ditempuh bokong gue. Duduk lebih dari 24 jam, bergoyang-goyang di kereta selama 20 jam, dan menahan boker kurang dari 5 jam membuat gue harus mencatat rekor buat bokong gue sendiri.

Jujur gue masih merasa ditipu mentah-mentah sama papa soal tiket kemarin. Bukannya gue enggk mau naik kereta ekonomi, tapi gue cukup memiliki pengalaman pahit naik kereta ekonomi 2 tahun lalu.

Waktu itu gue naik kereta jurusan Malang-Surabaya bareng topan (temen SMA). Satu hal yang perlu elo siasati saat naik kereta ekonomi adalah elo harus lebih dulu cek tanggalan. Elo enggak bermaksud buat naik kereta di saat lebaran atau liburan sekolah kan?

“Dan parahnya gue lupa kalo hari itu lebaran”

Dari situ gue sempat menyesali lahir sebagai laki-laki dan masih muda!

Elo : kenapa??

Gue : orang-orang jenis itu harus merelakan kursi emas mereka ke tangan wanita dan anak kecil yang sebenarnya lebih kuat berdiri dari pada loe.

Dan parahnya, waktu itu delay berlangsung cukup lama. Alhasil gue harus berdiri di pintu gerbong kereta selama hampir 8 jam, Dan itu ngebuat gue masuk angin selama berhari-hari. Itu masih mendingan dari pada nasib topan yang harus duduk di WC selama perjalanan. Mungkin dia harus masuk UGD gara-gara terlalu banyak menghirup gas amoniak dan sejenisnya.

Kalo ada hal yang bisa gue syukuri di perjalanan ke Jakarta kali ini adalah gue enggak jomblo sendiri. Di samping gue duduk seorang pria nyaris tampan yang memiliki bulu hidung kemana-mana, Robby (epet).

Kenapa gue bersyukur?

bersama Roby, gue yakin kalo gue bakalan lolos dari makluk homo atau sejenisnya, seenggaknya mereka akan memangsa roby lebih dulu atau mengganggap Roby adalah laki gue?_?, I’m safe.

Ada beberapa hal yang harus elo hadapi saat naik kereta ekonomi:

1.Pedagang asongan.

Masalah : ratusan pedagang asongan akan menjajakan barang dagangannya setiap waktu, ndeketin elo setiap waktu dan maksa elo buat lihat dagangannya.

Penyelesaian : pura-pura tidur. Mereka enggak mau ngomong sama kebo bukan?

2.Wc umum

Masalah: elo berada di kereta ekonomi dengan harga tiket yang miring. dan itu berarti akan minim fasilitas.

Penyelesaian : bawa batu gede. Gue jamin elo bakalan milih nahan boker dari pada bokong loe tetanus.

3.Penumpang lain

Masalah: elo enggak akan pernah tahu siapa penjahat yang sesungguhnya

Penyelesaian : Bilang ke semua orang kalo elo homo, penjahat manapun selalu takut sama pria jenis ini.

Mungkin itu adalah beberapa tips dan trik yang udah teruji secara klinis membantu perjalanan gue. Dan yang terpenting, Jangan biarkan orang asing menyentuh pantat loe tanpa izin ^_^.

Selasa, 07 Februari 2012

Kereta ekonomi (part 1)

Gue enggak nyangka kalo ternyata papa gue, orang yang gue percaya dan gue jadien panutan, ternyata nusuk gue dari belakang. Dan rasanya ditusuk dari belakang sama darah daging gue sendiri (kayakx kebalik)itu lebih nyakitin dari ditusuk dari depan.

Liburan kali ini gue berplaning buat pergi ke Jakarta dan Bandung bareng Roby(TTM). Terus terang gue galau, enggak tahu harus kemana duluan. Gue bingung milih antara Pergi ke Jakarta yang Rame dan gokil, atau milih cewek-cewek bandung yang eksotis. Keputusan itu sungguh sulit. Gue dan Roby harus berfikir keras, menimbang-nimbang dengan teliti dan menerawang segala kemungkinan untuk memilih prospek kota mana yang bagus, dan akhirnya terpilihlah Bandung sebagai tujuan pertama kami. (Gue yakin elo bisa nebak dari awal)

Kami pun mantap berjalan ke stasiun untuk membeli tiket bisnis Malabar (kereta ke bandung) sebelum akhirnya papa mempunyai sebuah gagasan lain yang gue kira cemerlang.

Papa : udah ditentuin mau kemana duluan? (bicara sambil baca koran)

Gue : udah pa. kayaknya enakan ke Bandung duluan dech.

Papa : APA??? (koran yang dipegang sampai jatuh ke lantai) Ngapain ke Bandung duluan!!! mending ke Jakarta aja.

Roby : emangnya kenapa om?_?

Papa : emmm... Di jakarta lebih banyak tempat nongkrong asyik. (dengan nada terbata-bata)

Gue : kan aku gag suka nongkrong pa.

Papa : .... Kalo di Jakarta banyak tempat rekreasinya.

Gue : aku males sama macetnya...

Papa terlihat berfikir keras, sampai akhirnya mendapatkan sebuah gagasan briliant yang bisa ngubah keputusan gue.

Papa : Di Bandung kamu kan mau belanja pakaian, kalo ke bandungnya di awal emang kamu mau neteng-neteng belanjaan ke Jakarta? yang ada kamu dikira mau jualan di pasar senen

sekilas, ide itu cukup briliant dan cermat. tapi elo akan segera berubah pikiran ketika tahu kereta ekonomi Matarmaja (Malang-Jakarta)itu beda jauh sama ekonominya Malabar (malang-Bandung). elo bakal lebih milih neteng belanjaan dari Bandung ke Jakarta dari pada harus naik kereta itu.

Dan sialnya gue menyadari hal itu pas udah ada di dalam kereta. darin tiket yang udah dipegang roby Gue baru tahu kalo kereta yang gue naikin ini ternyata adalah kereta ekonomi yang harganya jauh lebih murah dari tiket kereta ekonomi ke Bandung. Saat elo tahu hal itu elo akan teringat dengan pelajaran ekonomi semasa SMA. Satu konsep ekonomi yang tidak akan pernah berubah adalah: Harga mempengaruhi kualitas. Dan itu membuat gue ngeri.

Tiket udah terlanjur dibeli, dan gue enggak punya pilihan lain selain pasrah dan berdoa biar bisa selamat sampai Jakarta. Entah apa yang ada dipikiran papa tentang ide yang dia usulin itu, yang jelas ada 3 kemungkinan yang terjadi

1. papa emang gag tahu tentang hal ini

2.papa pelit

3 Papa punya maksud lain yang gue nggak tahu...

Dari atas kereta yang mulai melaju lambat itu, papa meneriak kan sebuah kalimat dari luar kereta yang membuat gue tambah gondok.

Papa : met senang- senang, jaga dompet mu baik-baik. banyak copet.^_^V

Dan sejauh ini gue beranggapan kalo pilihan ke 2 lebih tepat buat melatar belakangi pikiran papa.. L