Senin, 07 Januari 2013

spidol ajaib


Kemarin lusa gue duduk-duduk sendirian di depan toko, semua keluarga lagi liburan di Bali dan gue sebagai anak pertama dijadikan tumbal buat jaga toko dan warnet. Liburan di keluarga kami sistemnya shift-shiftan alias gantian. Kalo papa-mama pergi, gue yang jaga toko, kalo adik-adik gue pergi gue juga yang jaga toko, dan kalo gue yang pergi gue juga yang bakal jaga toko #lhoha

Intinya keluarga gue susah buat nemuin jadwal liburan keluarga (kalo gue bukan anggota keluarga itu sih sering). 

Dulu gue sempet punya pikiran kalo pengusaha itu punya hak veto penuh buat nentuin liburannya. Kalo karyawan liburnya Cuma tanggal merah aja, gue berfikir kalo pengusaha juga libur di tanggal merah aja, tapi yang membedakan pengusaha itu punya spidol ajaib warna merah sendiri buat ngerubah tanggal item jadi merah. Dia bisa seenak udelnya sendiri milih kapan tangal merah dan kapan tanggal item.

(powered by google)

Seiring berjalannya tahun, gue sadar kalo ternyata imajinasi gue tentang spidol merah pengusaha itu nggak sepenuhnya benar. Kalo kalian belum tahu, buat pengusaha mula-mula butuh lebih dari 30 tanggal item per bulannya buat mengejar target yang dia bikin sendiri, dan itu tandanya mereka bahkan mempunyai spidol item buat mengganti tanggal merah mereka. Mereka nggak segan-segan mengganti jadwal liburan mereka Cuma buat ngelembur dan totalitas sama bisnis yang baru berjalan. Kalopun liburan pasti kejadiannya bakalan memasang tumbal kayak yang terjadi di keluarga gue ini.

Kesel sih kesel, tapi apa boleh buat gue makan juga dari binsis ini kan. *ditodong pisau sama papa

Gue sih percaya kalo berbisnis itu kayak mengasuh bayi. Ketika bayi itu masih kecil, dia butuh perhatian penuh dari kedua orangtuanya, lama-kelamaan bayi itu akan tumbuh menjadi balita yang bisa merayap (baca: mberangkang), lalu berdiri, berjalan, dan akhirnya berlari sendiri. Sampai nantinya ada suatu titik dimana orangtua bisa melepaskan bayi mungil yang dulu biasa ia jaga untuk melangkah sendiri.

Sama juga kayak bisnis, bisnis yang berhasil itu dilihat dari keterlibatan pemilik. semakin rendah keterlibatan tapi bisnis bisa berkembang berarti bisnis itu bisa dikatakan berhasil, dan itu perlu kerja keras dan TOTALITAS…

Gue sih percaya kalo apa yang gue alami ini bisa berubah, usaha papa bisa berubah, warnet gue bisa berubah, dan hidup gue juga bisa berubah. Tergantung gimana kita berjuang dan mengatur bisnis itu…

Semoga tahun depan kami bisa liburan keluarga tanpa tumbal. semoga spidol ajaib itu bisa gue miliki. semoga  

Minggu, 25 November 2012

SPAM (2)


Di dalam dunia perwarnetan (udah kayak silat aja) Indonesia, ada dua kategori warnet berdasarkan konsumennya. 

     1. Warnet Eksekutip :Warnetnya bersih, ber AC, pakai kursi empuk, prinsipnya mengutamakan kenyamanan pelanggan. Warnet tipe ini menyisir konsumen yang mengedepankan ke biadabad dan nilai – nilai kemanusiaan, dan 90% konsumennya adalah perempuan berambut panjang, seksi dan pelajar terpandang.
  
     2. Warnet Lokomotip : Warnet ini beda lagi, dia lebih mengedepankan kualitas internet. Ibarat jalan tol, jasa raharja Cuma membangun akses jalan yang aman dan bebas macet. Masa bodoh sama yang namanya rest area, layanan bengkel atau toilet, toh sawah dipinggir jalan tol masih buka. Warnet tipe ini menyisir konsumen yang mengedepankan kecepatan akses internet, mau tempatnya disebelah TPA sekalipun nggak bakalan terasa. Bisa ditebak, cowok berambut panjang, perokok berat, dan preman – preman pasar adalah peminat utama warnet tipe ini. 

Tanpa gue sadari apalagi gue akui, warnet gue mengarah dan siap terakreditasi kedalam kategori warnet tipe 2. Dampak dari internet cepat itu, gue jadi sering tutup pagi – pagi buta. Konsumen gue kebanyakan datang jam 8 keatas dan pulang jam 2 kebawah. Jaga warnet juga berasa lebih nyeremin dari pada jaga kuburan. 

Bayangin aja gue kudu jaga warnet tengah malam sendirian, dan kumpul sama om – om berambut panjang sampai pagi buta. Itu sangat mengerikan.
   
Sebagian besar dari mereka adalah penonton video dan pendownload sejati. Kedua orang itu adalah tipe orang yang paling dihindari oleh pemilik warnet manapun. 

     1. Pendownload : Mereka adalah kaum penyedot kecepatan paling dihindari oleh pemilik warnet manapun. Apalagi kalo mereka mendownload menggunakan IDM (internet download manager), dipastikan mesti warnet loe berkecepatan tenaga kuda atau kambing kesurupan (kesurupan mbahnya kuda) sekalipun enggak bakal ngatasi. Belum lagi kaum hacker (lintah) yang merusak sistem keamanan mikrotik, menyedot kecepatan Cuma untuk kepentingannya sendiri. Alhasil elo buka FB pun bisa 10 tahun. 

     2. Penonton video : sebenarnya enggak ada masalah dengan penonton video, wajar saja orang ke warnet membuka youtube dan mendengarkan music online. Yang menjadi tidak wajar adalah ketika warnet kalian menjadi sebuah perkumpulan komunitas mesum yang memungkinkan orang – orang datang Cuma untuk melihat video porno. Keadaan sepi dan sistem lesehan yang gue anut sangat mendukung situasi perkumpulan mereka. 
    
     *jadi buat yang punya usaha warnet, sudah tahukan harus gimana mengatur sistem di warnet loe :(

SPAM (1)

Postingan dibawah ini adalah cuplikan tulisan yang batal gue muat di buku gue nantinya. so gue share disini aja dari pada mubazir. enjoy aja ya :)
  
Sejak ada warnet, gue jadi punya alasan buat nolak jaga toko. Lebih tepatnya sih bukan nolak, tapi menyesuaikan keadaan. Gue enggak perlu melontarkan pernyataan malas, ngantuk, dan banyak tugas lagi kalo disuruh jaga toko, cukup menyadarkan kemampuan papa didalam mengoperasikan computer, dan masalah beres. 

“van jaga toko?” perintah papa.

Gue yang lagi asyik chatingan sama bambang jadi terganggu, “terus yang jaga warnet siapa, papa tahu enggak caranya pegang mouse?”

Seperti tersihir begitu aja, papa batal mendesak gue lebih jauh lagi.

Pernah sekali waktu papa kesel sama kelakuan gue itu dan nekad mempelajari dasar – dasar mengoperasikan computer secara otodidak, dan percaya atau nggak papa berhasil. Dia bisa menghidupkan computer tanpa kesetrum, dan menggunakan mouse tanpa tersandung (??), lebih dari itu papa bisa mengoperasikan billing yang notabenya adalah point penting dari jaga warnet.

Secara resmi masa kejayaan portugispun berakhir?

Minggu, 18 November 2012

Tenaga out of mind


Tenaga kerja itu ada dua macam, ada yang tetap ada pula yang kontrak (outsourcing).

Untuk karyawan tetap biasanya memiliki masa kerja yang cukup lama (biasanya sampai masa pensiun), mendapatkan gaji yang lebih besar, dan keistimewaan lain seperti pesangon lebih besar, tunjangan lebih besar, kesempatan korupsi lebih besar *upss

Sedangkan kalo karyawan outsourcing, perusahaan hanya perlu mengikat karyawan dalam waktu yang relative singkat (biasanya 1-3 tahun), Hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan kontrak dituangkan dalam Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu saja. 

Dalam kondisi normal sih begitu, tapi kemarin gue menemukan 1 macam tenaga kerja lagi yang MUNGKIN baru mama gue yang menerapkannya. Nama jenis pegawai ini adalah Pegawai OUT OF MIND, ya benar, pegawai di luar pikiran, dalam kamus sehari-hari diterjemahkan pegawai GILA. Yes gila mean naked people in the street. Orang yang biasanya bugil, khayang, berak di jalan raya ini kemarin dengan suksesnya dipekerjakan oleh mama.

Ceritanya begini, kemarin pagi pekerjaan di toko numpuk banget. Papa ngawasin sales yang ngisi barang, mama beres-beres toko, gue yang lagi banyak tugas Cuma bisa jaga warnet. Nggak ada yang nyapu teras toko, bersih-bersih gudang dan gang samping rumah, padahal kebersihan itu salah satu factor penentu konsumen mau mampir nggak di usaha kita, right. 

Ditengah keributan pagi itu, mata mama tiba-tiba tertuju ke sosok lusuh (*untung nggak bugil) yang ada di seberang jalan. Sebut saja namanya T-man, Orangnya paruh baya, memakai pakaian lengkap, dan murah senyum. Dia senyum ke semua orang yang lewat di depannya, saking ramahnya tembok, pohon, batu juga sampai disenyumin juga. 

T-man ini dikenal sebagai orang gila yang sopan dan rajin (elo aja kalah), kerjaannya tiap hari nyabutin rumpun liar di pinggir jalan, bersihin tembok rumah kosong, nyapu aspal, dia udah kayak pekerja social gitu deh intinya, kalo ada duta kebersihan pasti dia menang.

Dari situlah mama pun licik ingin mempekerjakan pegawai out of mind ini. Bukan sebuah keajaiban kalau jumlah konsumen akan menurun 100% ketika tahu kami mempekerjakan orang gila.

“mas-mas, bisa minta bantuan” mama menghampiri T-man.

“ada apa mom” anjrit dia manggil mama dengan sebutan mom, orang gila yang atraktif.

“bisa minta tolong bersihin gank samping rumah ndag? Ntar saya kasih minum sama rokok” mama bernegosiasi.

Dia kelihatan berfikir sebentar, memiringkan kepalanya, tersenyum lagi terus ninggalin mama yang lagi nunggu jawaban.

“lho kok saya ditinggalin?”

“lho kamu siapa” tanyanya tanpa rasa bersalah.

“saya mom”

“wah-ngaku-ngaku. Mom saya itu  udah mati bertahun-tahun yang lalu kok, mau nyulik saya ya?”

Duar-untung dia orang gila kalo ndag udah di tampar tuh mulut pakai pispot..

“tadi katanya mau bantu saya beresin gang”

“emang tadi saya bilang gitu?”

Mama menganggukkan kepala

“oke kalau gitu, janji adalah janji kan” dia tersenyum lagi, kali ini kearah pohon mangga. ?_?

Rencana itu sukses, dia berjalan kearah toko dan membuyarkan sekumpulan ibu-ibu PKK yang lagi ngantri beli beras. Dengan persetujuan kontrak kerja itu kami resmi memiliki 1pegawai OUT OF MIND… dan bukan mustahil kalo beberapa tahun kedepan gue akan bekerja sama dengan rumah sakit jiwa terdekat.*_*




Sabtu, 17 November 2012

@entepanuers


Setelah blog walking kemana-mana, membuka berbagai  blog bisnis, membaca-baca artikel, mengubek-ubek isi jurnal internasional, gue baru sadar kalo gue juga punya BLOG. Ya, setelah sekian bulan nggak posting gue NYARIS lupa akan keberadaan blog ini. *cup-cup kasihan.

Banyak hal menarik yang belum sempat ke share di blog ini, dan itu sangat menjadi beban. Sekarang gue lebih aktif ngetwit di @entepanuers  dengan tujuan menjaring pembaca lebih banyak lagi. ENIWEI gue udah nyelesein 9 Chapter dari 15 Chapter buku pertama gue lho.. *kertas berhamburan. Perkembangannya seret banget, tugas kuliah yang numpuk, UAS yang siap menghadang, annual konser yang semakin dekat membuat tulisan dan blog ini jadi terlantar.

Sebenarnya malam ini sama sekali nggak ada niatan buat ngepost tulisan, tapi berhubung ini malam minggu dan gue tahu akan ada ribuan JOMBLUR (Jomblo Blur jodoh) yang Cuma bisa guling-guling di kasur, maka gue putuskan untuk membantu mereka bangkit dari kasur, membuka pintu kamar dan teriak dengan lantang “gue bukan HOMO, gue Cuma JOMBLUR biasa” *orangtua pinsan.

Berikut ada beberapa twit yang gue sharingkan ke follower di twitter. Dan semoga ini bisa membantu kalian melewati malam mengerikan ini. SALAM PANURS

Besok udah malam minggu, hari yang baik untuk memperbudak karyawan yang berstatus SINGLE

Berikut komentar salah satu karyawan ketika besok ditugaskan ngelembur | terima kasih bos, TELAH MENYELAMATKAN SAYA#JOMBLUR jomblo PANURS

Tadi sore nanya karyawan| besok malam lembur ya?| dia menjawab dengan mantap | siap BOS| Gag ada uang lembur lho!| REBES BOS... #pastijomblo

Malming Dona ngajakin makan di resto prancis,uang gue HABIS|gue tidur dari jumat mlm sampai senin pagi uang gue sisa banyak,pinjem?*sok kaya

Hari ini mungkin bukan harinya para jomblo, Para jomblo memiliki hari HOKi lainnya:

Hari senin harinya para JOMBLO. mereka akan menertawakan teman mereka yang harus ngangkot karena biaya ngedate yang membengkak