Jumat, 31 Januari 2014

JANUARI 2014


Sepertinya waktu berjalan lebih cepat. Rasanya masih baru kemarin gue dan keluarga niup terompet di puncak, tapi sekarang sudah masuk puncak dari bulan januari. Banyak hal yang gue lakukan dan alami sepanjang bulan ini. Yang jelas para fans gue jangan kuatir karena gue masih menjadi jomblo latin. Kalian bisa bernafas lega #digebukinmasa.

Diawal bulan kemarin, gue sempet posting tentang 7 proyek yang bakal jadi pekerjaan terbesar gue sepanjang tahun 2014 ini. Jadi untuk mempermudah dalam proses evakuasievaluasinya (apakah proyek itu berjalan atau mogok) maka gue bakal posting perkembangan proyek-proyek itu setiap bulannyadan kegiatan apa aja yang gue lakukan sepanjang bulan ini. Dan untuk bulan Januari ini progresnya masih cukup memalukan :(

  1. TALK SHOW : bulan ini gue juga melakukan beberapa talk show, promosi buku dan sharing penulisan. Seru banget plus deg-degan. tuh foto-fotonya diatas :D
    (ini gue waktu ngasih pelatihan penulisan fiksi di SMA 1 Turen)

Rabu, 15 Januari 2014

7 Proyek Penting 2014

Perasaan baru kemarin ngerayain tahun baru di pojokan kamar (maklum jomblo) sekarang udah masuk aja di pertengahan bulan Januari. Kalo ngomongin tentang awal tahun, pasti identik sama yang namanya rencana, target, dan keinginan yang pengen di capai sepanjang tahun ini. 
Agak terlambat sih kalo gue posting semua keinginan gue disini, tapi di postingan ini gue pengen kalian jadi tim editor gue, pengamat hidup gue, saksi kegagalan dan keberhasilan gue. Gue berharap setiap orang yang baca postingan ini bakal jadi alarm. Ngingetin gue kalo salah melangkah, mengevaluasi kinerja gue, dan mempertanyakan setiap target yang nggak terpenuhi.

Kamis, 09 Januari 2014

Proposal Mimpi


Indonesia punya 17.504 buah pulau dengan 79 kota dari sabang sampai merauke. Tanah air ini menyimpan banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik untuk berwisata atau mencari nafkah. Yang gue heran, kenapa dari ribuan tempat yang tersebar di seluruh nusantara itu, Jakarta menjadi sorotan masyarakat sebagai tempat strategis untuk mencari nafkah.

Banyak sekali orang-orang yang asalnya dari daerah-daerah, rame-rame bertransmigrasi ke Jakarta dengan satu tujuan : “ngumpulin koin-koin kekayaan”. 
 
(powered by google)
Entah dari mana dan siapa yang memulainya, kenapa mindset masyarakat kita itu sudah di bentuk untuk mengakui Jakarta adalah tempat paling strategis untuk mengubah nasib. Jakarta seakan bisa mengubah : dari yang tadinya pengangguran di kampung, pindah ke Jakarta jadi pegawai kantoran, yang awalnya gembel di kampung, gara-gara pindah ke Jakarta jadi punya usaha, dan dari yang awalnya jomblo nista di kampung, merantau ke Jakarta akhirnya jadi homo. Mindset kita sudah dibentuk seperti itu.

Rabu, 08 Januari 2014

#entepanuerbook


Kyaaaa. Akhirnya buku gue terbit juga. Buku ini prosesnya panjang banget. Butuh hampir 4 tahun buat mengubah sebuah gagasan menjadi sebuah buku. Mulai proses penulisan pertama kali tahun 2010, pengiriman naskah tahun 2012, pengumuman penerbit tahun 2013, dan sampai terbit tahun 2014. Di postingan kali ini gue bakal ceritain sejarah dan tahapan gue menulis buku special ini secara lebih detail. Postingan kali ini agak panjang, jadi saran gue jangan baca waktu boker. Keram bro. 

Oke next...
 
(Ini dia penampakan cover buku gue. jangan salah pilih ya.)
Buku ini special. Kenapa special? Karena buku ini gue yang nulis *lha terus. Seriusnya buku ini special karena berdasarkan kisah nyata yang gue alami. Seenggaknya ada 80 % unsur kisah nyata di dalam buku ini, jadi ketika kalian membaca buku ini, kalian sedang membaca hidup gue, ketika kalian tertawa gara-gara buku ini, itu berarti kalian sedang menertawakan hidup gue, dan ketika kalian suka sama buku ini, itu berarti kalian suka sama gue. Saran : buruan tembak gue.

Senin, 07 Januari 2013

spidol ajaib


Kemarin lusa gue duduk-duduk sendirian di depan toko, semua keluarga lagi liburan di Bali dan gue sebagai anak pertama dijadikan tumbal buat jaga toko dan warnet. Liburan di keluarga kami sistemnya shift-shiftan alias gantian. Kalo papa-mama pergi, gue yang jaga toko, kalo adik-adik gue pergi gue juga yang jaga toko, dan kalo gue yang pergi gue juga yang bakal jaga toko #lhoha

Intinya keluarga gue susah buat nemuin jadwal liburan keluarga (kalo gue bukan anggota keluarga itu sih sering). 

Dulu gue sempet punya pikiran kalo pengusaha itu punya hak veto penuh buat nentuin liburannya. Kalo karyawan liburnya Cuma tanggal merah aja, gue berfikir kalo pengusaha juga libur di tanggal merah aja, tapi yang membedakan pengusaha itu punya spidol ajaib warna merah sendiri buat ngerubah tanggal item jadi merah. Dia bisa seenak udelnya sendiri milih kapan tangal merah dan kapan tanggal item.

(powered by google)

Seiring berjalannya tahun, gue sadar kalo ternyata imajinasi gue tentang spidol merah pengusaha itu nggak sepenuhnya benar. Kalo kalian belum tahu, buat pengusaha mula-mula butuh lebih dari 30 tanggal item per bulannya buat mengejar target yang dia bikin sendiri, dan itu tandanya mereka bahkan mempunyai spidol item buat mengganti tanggal merah mereka. Mereka nggak segan-segan mengganti jadwal liburan mereka Cuma buat ngelembur dan totalitas sama bisnis yang baru berjalan. Kalopun liburan pasti kejadiannya bakalan memasang tumbal kayak yang terjadi di keluarga gue ini.

Kesel sih kesel, tapi apa boleh buat gue makan juga dari binsis ini kan. *ditodong pisau sama papa

Gue sih percaya kalo berbisnis itu kayak mengasuh bayi. Ketika bayi itu masih kecil, dia butuh perhatian penuh dari kedua orangtuanya, lama-kelamaan bayi itu akan tumbuh menjadi balita yang bisa merayap (baca: mberangkang), lalu berdiri, berjalan, dan akhirnya berlari sendiri. Sampai nantinya ada suatu titik dimana orangtua bisa melepaskan bayi mungil yang dulu biasa ia jaga untuk melangkah sendiri.

Sama juga kayak bisnis, bisnis yang berhasil itu dilihat dari keterlibatan pemilik. semakin rendah keterlibatan tapi bisnis bisa berkembang berarti bisnis itu bisa dikatakan berhasil, dan itu perlu kerja keras dan TOTALITAS…

Gue sih percaya kalo apa yang gue alami ini bisa berubah, usaha papa bisa berubah, warnet gue bisa berubah, dan hidup gue juga bisa berubah. Tergantung gimana kita berjuang dan mengatur bisnis itu…

Semoga tahun depan kami bisa liburan keluarga tanpa tumbal. semoga spidol ajaib itu bisa gue miliki. semoga  

Minggu, 25 November 2012

SPAM (2)


Di dalam dunia perwarnetan (udah kayak silat aja) Indonesia, ada dua kategori warnet berdasarkan konsumennya. 

     1. Warnet Eksekutip :Warnetnya bersih, ber AC, pakai kursi empuk, prinsipnya mengutamakan kenyamanan pelanggan. Warnet tipe ini menyisir konsumen yang mengedepankan ke biadabad dan nilai – nilai kemanusiaan, dan 90% konsumennya adalah perempuan berambut panjang, seksi dan pelajar terpandang.
  
     2. Warnet Lokomotip : Warnet ini beda lagi, dia lebih mengedepankan kualitas internet. Ibarat jalan tol, jasa raharja Cuma membangun akses jalan yang aman dan bebas macet. Masa bodoh sama yang namanya rest area, layanan bengkel atau toilet, toh sawah dipinggir jalan tol masih buka. Warnet tipe ini menyisir konsumen yang mengedepankan kecepatan akses internet, mau tempatnya disebelah TPA sekalipun nggak bakalan terasa. Bisa ditebak, cowok berambut panjang, perokok berat, dan preman – preman pasar adalah peminat utama warnet tipe ini. 

Tanpa gue sadari apalagi gue akui, warnet gue mengarah dan siap terakreditasi kedalam kategori warnet tipe 2. Dampak dari internet cepat itu, gue jadi sering tutup pagi – pagi buta. Konsumen gue kebanyakan datang jam 8 keatas dan pulang jam 2 kebawah. Jaga warnet juga berasa lebih nyeremin dari pada jaga kuburan. 

Bayangin aja gue kudu jaga warnet tengah malam sendirian, dan kumpul sama om – om berambut panjang sampai pagi buta. Itu sangat mengerikan.
   
Sebagian besar dari mereka adalah penonton video dan pendownload sejati. Kedua orang itu adalah tipe orang yang paling dihindari oleh pemilik warnet manapun. 

     1. Pendownload : Mereka adalah kaum penyedot kecepatan paling dihindari oleh pemilik warnet manapun. Apalagi kalo mereka mendownload menggunakan IDM (internet download manager), dipastikan mesti warnet loe berkecepatan tenaga kuda atau kambing kesurupan (kesurupan mbahnya kuda) sekalipun enggak bakal ngatasi. Belum lagi kaum hacker (lintah) yang merusak sistem keamanan mikrotik, menyedot kecepatan Cuma untuk kepentingannya sendiri. Alhasil elo buka FB pun bisa 10 tahun. 

     2. Penonton video : sebenarnya enggak ada masalah dengan penonton video, wajar saja orang ke warnet membuka youtube dan mendengarkan music online. Yang menjadi tidak wajar adalah ketika warnet kalian menjadi sebuah perkumpulan komunitas mesum yang memungkinkan orang – orang datang Cuma untuk melihat video porno. Keadaan sepi dan sistem lesehan yang gue anut sangat mendukung situasi perkumpulan mereka. 
    
     *jadi buat yang punya usaha warnet, sudah tahukan harus gimana mengatur sistem di warnet loe :(

SPAM (1)

Postingan dibawah ini adalah cuplikan tulisan yang batal gue muat di buku gue nantinya. so gue share disini aja dari pada mubazir. enjoy aja ya :)
  
Sejak ada warnet, gue jadi punya alasan buat nolak jaga toko. Lebih tepatnya sih bukan nolak, tapi menyesuaikan keadaan. Gue enggak perlu melontarkan pernyataan malas, ngantuk, dan banyak tugas lagi kalo disuruh jaga toko, cukup menyadarkan kemampuan papa didalam mengoperasikan computer, dan masalah beres. 

“van jaga toko?” perintah papa.

Gue yang lagi asyik chatingan sama bambang jadi terganggu, “terus yang jaga warnet siapa, papa tahu enggak caranya pegang mouse?”

Seperti tersihir begitu aja, papa batal mendesak gue lebih jauh lagi.

Pernah sekali waktu papa kesel sama kelakuan gue itu dan nekad mempelajari dasar – dasar mengoperasikan computer secara otodidak, dan percaya atau nggak papa berhasil. Dia bisa menghidupkan computer tanpa kesetrum, dan menggunakan mouse tanpa tersandung (??), lebih dari itu papa bisa mengoperasikan billing yang notabenya adalah point penting dari jaga warnet.

Secara resmi masa kejayaan portugispun berakhir?